Memasuki masa peralihan cuaca yang cenderung ekstrem, Provinsi Jambi mulai memperkuat barisan pertahanan dalam menghadapi potensi bencana tahunan yang kerap melanda wilayah pemukiman. Program antisipasi banjir kini menjadi fokus utama pemerintah daerah bersama organisasi kemanusiaan untuk memastikan respons cepat jika debit air sungai mulai meluap. Sebagai langkah konkret, PMI Jambi audit seluruh gudang penyimpanan guna memastikan ketersediaan bantuan darurat dalam kondisi prima dan siap didistribusikan sewaktu-waktu. Pemeriksaan intensif terhadap stok logistik ini dilakukan secara menyeluruh mencakup bahan pangan, tenda pengungsian, hingga obat-obatan dasar jelang musim hujan yang diprediksi akan mencapai puncaknya dalam beberapa bulan ke depan. Di samping itu, penguatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui program penyuluhan kesehatan gigi bagi anak-anak di pengungsian agar standar kesehatan tetap terjaga meskipun dalam kondisi darurat.
Audit logistik ini merupakan prosedur standar operasional untuk mencegah terjadinya kekurangan bantuan saat masa tanggap darurat berlangsung. Petugas memastikan bahwa seluruh paket bantuan tidak ada yang kedaluwarsa dan kemasannya masih tersegel dengan baik. Selain bahan makanan, perlengkapan sanitasi dan kebersihan diri menjadi poin penting yang diperiksa, mengingat penyakit kulit dan pencernaan sering kali mewabah di area pengungsian yang padat. PMI Jambi juga memastikan ketersediaan air bersih melalui unit-unit pengolahan air portabel yang dapat dipindahkan dengan cepat ke lokasi terdampak banjir di pinggiran sungai Batanghari.
Kesiapsiagaan menghadapi banjir di Jambi tidak hanya mengandalkan logistik fisik, tetapi juga kesiapan armada transportasi evakuasi. Perahu karet dan mesin penggeraknya diperiksa secara berkala agar tidak mengalami kendala teknis saat proses penyelamatan warga yang terjebak di dalam rumah. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus dipererat untuk memetakan titik-titik rawan yang memerlukan perhatian khusus, terutama wilayah pemukiman yang memiliki populasi lansia dan anak-anak yang tinggi. Pemetaan ini membantu dalam menentukan urutan prioritas evakuasi sehingga tidak ada warga yang tertinggal saat kondisi air mulai naik dengan cepat.
Selain persiapan di level organisasi, PMI Jambi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengamankan barang berharga dan dokumen penting sebelum banjir datang. Warga diajarkan untuk memiliki “tas siaga bencana” yang berisi kebutuhan pokok untuk tiga hari pertama masa darurat. Kesadaran mandiri dari masyarakat sangat membantu meringankan beban petugas di lapangan.
