Di Indonesia, yang rawan bencana alam, kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan. Palang Merah Indonesia (PMI) memainkan peran penting dalam hal ini melalui program edukasi kesehatan yang komprehensif. Program ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan praktis agar mereka lebih tangguh saat menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi. Melalui edukasi kesehatan, PMI memastikan bahwa setiap individu dan keluarga siap siaga, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan medis.
Salah satu fokus utama dari edukasi kesehatan PMI adalah pelatihan pertolongan pertama dasar. Pada hari Sabtu, 20 September 2025, PMI Kabupaten Cianjur mengadakan pelatihan pertolongan pertama di aula Kecamatan Cugenang, yang diikuti oleh 100 peserta dari berbagai desa. Para peserta diajarkan cara menangani luka ringan, patah tulang, hingga melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dengan benar. Pelatihan ini sangat penting karena tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat menjadi penentu antara hidup dan mati, terutama di saat tim medis belum bisa mencapai lokasi. Dengan bekal pengetahuan ini, masyarakat dapat menjadi penolong pertama bagi diri sendiri, keluarga, dan tetangga.
Selain pertolongan pertama, PMI juga memberikan edukasi kesehatan terkait sanitasi dan kebersihan di lingkungan pasca-bencana. Dalam situasi darurat, risiko penyebaran penyakit menular sangat tinggi karena minimnya akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi. PMI Cabang Lombok Utara, misalnya, pada tanggal 25 September 2025, meluncurkan kampanye “Hidup Sehat Pasca-Bencana” di Posko Pengungsian Tanjung. Dalam kampanye tersebut, relawan PMI menyosialisasikan pentingnya mencuci tangan pakai sabun, mengelola sampah dengan baik, dan menggunakan jamban yang sehat. Sosialisasi ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah timbulnya wabah penyakit yang dapat memperburuk kondisi korban bencana.
PMI juga tidak melupakan aspek psikososial dalam edukasi kesehatan mereka. Dampak psikologis akibat bencana sering kali terabaikan, padahal trauma yang dialami bisa berlangsung lama. Pada hari Senin, 29 September 2025, tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) PMI mengadakan sesi konseling kelompok di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk membantu anak-anak korban gempa. Dengan berbagai permainan dan kegiatan kreatif, tim LDP membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka dan memulihkan semangat. Semua upaya ini menunjukkan komitmen PMI dalam membangun masyarakat yang benar-benar tangguh, tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu bangkit kembali setelahnya.
