Fokus utama dari kegiatan ini adalah melakukan Penanaman Pohon Untuk Mitigasi dengan jenis tanaman yang memiliki perakaran kuat dan dalam, seperti bambu, aren, dan tanaman kayu keras lainnya. Tanaman jenis ini dipilih secara sengaja karena kemampuannya dalam mengikat struktur tanah sekaligus menyerap air hujan secara optimal ke dalam tanah (infiltrasi). Langkah hijau ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan komunitas pecinta alam, siswa sekolah, dan warga sekitar agar muncul rasa kepemilikan terhadap bibit-bibit yang telah ditanam. Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat menjadi benteng alami yang melindungi struktur permukaan tanah dari pengikisan atau erosi yang hebat.
Strategi ini merupakan bagian integral dari upaya mitigasi yang komprehensif untuk mengurangi dampak kerugian baik jiwa maupun materi. Seringkali, bencana alam hanya dipandang dari sisi penanganan saat kejadian, namun PMI Jambi mencoba menggeser paradigma tersebut ke arah pencegahan dini. Dengan memperbaiki kualitas tutupan lahan di bagian hulu, kecepatan aliran air permukaan dapat dikendalikan sehingga tekanan terhadap lereng-lereng curam dapat berkurang. Edukasi kepada masyarakat mengenai larangan pembukaan lahan dengan cara membakar di area miring juga terus digencarkan sebagai langkah pelengkap dari program penanaman ini.
Bahaya tanah longsor bukanlah ancaman yang bisa disepelekan, mengingat di Jambi terdapat banyak desa yang lokasinya berada tepat di kaki bukit atau pinggiran tebing. Kejadian longsor yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya telah memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya menjaga stabilitas lereng melalui vegetasi. Dalam aksi ini, para relawan PMI juga melakukan pemetaan lapangan untuk menentukan titik-titik kritis yang membutuhkan intervensi segera. Pengetahuan mengenai tanda-tanda awal pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di dinding rumah atau tanah, juga diajarkan kepada warga agar mereka bisa segera melakukan evakuasi mandiri sebelum bencana benar-benar terjadi.
Pemilihan area rawan sebagai lokasi prioritas menunjukkan bahwa program ini sangat berbasis data dan tepat sasaran. Lokasi-lokasi yang memiliki sejarah longsor berulang mendapatkan perhatian khusus dengan jumlah bibit yang lebih banyak dan pemantauan berkala. PMI Jambi memastikan bahwa bibit yang ditanam tidak dibiarkan begitu saja, melainkan dilakukan perawatan selama beberapa bulan pertama hingga tanaman tersebut cukup kuat untuk tumbuh mandiri. Partisipasi aktif masyarakat dalam merawat pohon-pohon ini menjadi kunci keberhasilan jangka panjang, karena merekalah yang akan merasakan langsung manfaat keamanan dari adanya hutan penyangga di lingkungan mereka.
