Dalam sistem penanggulangan bencana yang dikembangkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) adalah pilar utama. Peran mereka jauh lebih luas dari sekadar relawan biasa. Tim Sibat memiliki tanggung jawab multifungsi, yang mencakup mitigasi dan evakuasi di tingkat komunitas. Kemampuan mereka dalam melakukan mitigasi dan evakuasi secara mandiri adalah hal yang membedakan mereka, menjadikan mereka garda terdepan yang sangat krusial dalam setiap respons bencana. Menguasai mitigasi dan evakuasi ini adalah kunci untuk mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa di area yang paling rentan.
Pada fase pra-bencana atau mitigasi, Tim Sibat bekerja secara proaktif untuk mengurangi potensi dampak bencana. Mereka melakukan pemetaan wilayah, mengidentifikasi lokasi-lokasi yang rawan banjir, tanah longsor, atau gempa bumi. Data ini kemudian digunakan untuk menyusun rencana darurat, termasuk jalur evakuasi yang paling aman dan lokasi posko pengungsian. Tim Sibat juga terlibat aktif dalam sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mengajarkan cara-cara sederhana untuk mengurangi risiko, seperti membangun tanggul sederhana, membersihkan saluran air, atau memperkuat struktur bangunan. Laporan dari PMI Pusat pada 15 Agustus 2025 menunjukkan bahwa desa-desa yang memiliki Tim Sibat yang aktif memiliki tingkat risiko bencana yang lebih rendah.
Saat bencana terjadi, peran Tim Sibat beralih menjadi respons cepat. Mereka adalah orang pertama yang bergerak, bahkan sebelum bantuan dari luar tiba. Tanggung jawab mitigasi dan evakuasi ini sangat penting di menit-menit pertama setelah insiden. Tim Sibat akan segera mengaktifkan rencana evakuasi yang sudah disusun sebelumnya, membimbing warga menuju tempat yang aman. Mereka juga akan melakukan pertolongan pertama kepada korban, memberikan bantuan medis dasar, dan mengumpulkan data awal tentang jumlah korban dan kerusakan.
Selain itu, Tim Sibat juga memiliki peran penting dalam fase pasca-bencana. Mereka membantu dalam asesmen cepat untuk menentukan kebutuhan mendesak para korban dan berkoordinasi dengan PMI Cabang untuk distribusi bantuan yang tepat sasaran. Mereka juga berperan dalam memberikan dukungan psikososial dan membantu masyarakat untuk memulai proses pemulihan.
Pada akhirnya, mitigasi dan evakuasi yang dilakukan oleh Tim Sibat adalah bukti nyata dari efektivitas program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Dengan memberdayakan masyarakat lokal, PMI memastikan bahwa setiap komunitas memiliki kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri, mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal, dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan.
