Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jambi diprediksi akan kembali menjadi ancaman serius pada tahun 2025. Dalam menghadapi bencana musiman ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi telah mengambil langkah proaktif. Mereka berfokus pada Mobilisasi Relawan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
Mobilisasi Relawan PMI ini melibatkan ratusan Sukarelawan dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat provinsi hingga ranting. Mereka menjalani pelatihan intensif yang mencakup teknik pemadaman api, penggunaan alat pelindung diri, serta prosedur evakuasi medis di area terdampak Karhutla.
Peran Relawan PMI tidak hanya terbatas pada pemadaman api secara langsung. Mereka juga bertugas melakukan Edukasi dan Sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran akan bahaya membakar lahan dan pentingnya upaya pencegahan dini di tingkat desa.
Salah satu kekuatan utama dalam Mobilisasi Relawan adalah jaringan PMI yang terstruktur hingga ke desa. Ini memungkinkan Respons Cepat di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Kehadiran Relawan Lokal sangat efektif karena mereka memahami kondisi geografis dan sosial budaya setempat.
PMI juga berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keterlibatan berbagai pihak ini menjamin bahwa Mobilisasi Relawan menjadi bagian dari sistem penanggulangan Karhutla yang lebih besar dan terorganisasi dengan baik.
Dampak Karhutla yang paling merusak adalah kabut asap. Oleh karena itu, Relawan PMI dipersiapkan untuk mendistribusikan masker, memberikan pelayanan kesehatan, dan mendirikan posko pengungsian jika kualitas udara mencapai tingkat yang berbahaya bagi masyarakat.
Relawan PMI juga berperan aktif dalam program Restorasi Lingkungan pasca Karhutla selesai. Mereka terlibat dalam penanaman kembali pohon di lahan yang terbakar. Ini adalah wujud komitmen jangka panjang PMI terhadap pemulihan ekosistem Jambi.
Mobilisasi Relawan pada tahun 2025 ini juga didukung dengan peralatan yang lebih modern, termasuk drone untuk pemantauan titik api (hotspot). Peningkatan kapabilitas ini membuat kerja Relawan menjadi lebih aman dan efisien dalam mendeteksi dan mengatasi kebakaran.
Kekuatan Sukarelawan adalah aset tak ternilai bagi Jambi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Keberhasilan Mobilisasi Relawan PMI menentukan sejauh mana bencana kabut asap dapat dicegah dan dikelola, menjaga Kesehatan Masyarakat dan lingkungan.
