Napas Lega: Aksi Relawan PMI Jambi Cegah Dampak Buruk Asap Karhutla
Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan tantangan tahunan yang sering melanda wilayah Sumatera, termasuk Jambi. Kabut asap yang dihasilkan bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan pernapasan ribuan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Gerakan Napas Lega muncul sebagai bentuk kepedulian kolektif untuk melindungi masyarakat dari paparan partikel berbahaya yang ada di udara. Upaya ini difokuskan pada penyediaan alat pelindung diri serta edukasi mengenai cara meminimalisir risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sering kali melonjak drastis saat musim kemarau tiba di wilayah tersebut.
Melalui Aksi Relawan yang bergerak cepat di lapangan, distribusi masker medis dan masker standar N95 dilakukan secara merata ke sekolah-sekolah dan pusat keramaian. Para relawan ini merupakan ujung tombak dalam menyebarkan informasi mengenai kualitas udara secara real-time kepada warga agar mereka bisa membatasi aktivitas di luar ruangan jika kondisi sudah mencapai level berbahaya. Selain membagikan masker, tim relawan juga sering kali melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memastikan warga yang memiliki riwayat penyakit asma mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisi mereka memburuk akibat paparan asap yang pekat.
Peran PMI Jambi dalam penanganan dampak kebakaran lahan mencakup penyediaan “Rumah Oksigen” atau posko evakuasi yang bebas asap. Di tempat ini, warga yang mulai merasakan sesak napas dapat mendapatkan bantuan pernapasan melalui tabung oksigen dan perawatan medis dasar secara gratis. Fasilitas ini sangat membantu warga yang rumahnya terpapar asap tebal dan tidak memiliki akses ke penyejuk udara atau alat penyaring udara mandiri. Selain penanganan fisik, PMI juga memberikan dukungan psikososial bagi warga yang merasa cemas atau stres akibat bencana kabut asap yang tak kunjung hilang selama berminggu-minggu, memastikan kesejahteraan mental mereka tetap terjaga.
Pencegahan terhadap Asap Karhutla juga melibatkan upaya edukasi jangka panjang kepada para petani dan pengusaha lahan agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan baru. Para relawan aktif terlibat dalam kampanye desa bebas api, memberikan solusi alternatif pengolahan lahan tanpa bakar yang lebih ramah lingkungan. Kesadaran untuk menjaga hutan adalah solusi permanen agar bencana kabut asap tidak terus berulang setiap tahunnya. Dengan menjaga keseimbangan ekosistem lahan gambut agar tetap basah, risiko kebakaran besar dapat ditekan secara signifikan, sehingga masyarakat Jambi dapat menikmati udara bersih sepanjang tahun tanpa rasa takut.
